my picture

my picture
pribadi

Senin, 16 Januari 2012

DBD


Definisi
Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan
suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue melalui perantara
artropoda (nyamuk) spesies Aedes. Virus dengue ini terdiri dari 4 serotipe yaitu
DEN-1, DEN-2,DEN-3 dan DEN-4.

Patofisiologi
Hipotesis infeksi heterolog sekunder (the secondary heterologous infection
hypothesis atau the sequential infection hypothesis) sampai saat ini masih dianut.
Berdasarkan hipotesis ini seseorang akan menderita DBD/DHF apabila
mendapatkan infeksi berulang oleh serotipe virus dengue yang berbeda dalam
jangka waktu tertentu yang berkisar antara 6 bulan – 5 tahun.
Patogenesis terjadinya renjatan pada DHF merupakan peranan dari proses
imunologis. Berdasarkan hipotesis infeksi heterolog sekunder maka terbentuknya
kompleks virus-antibodi dalam sirkulasi akan mengaktivasi sistem komplemen.
Aktivasi C3 dan C5 akan mengakibatkan pelepasan C3a dan C5a, dua peptida
yang berdaya untuk melepaskan histamin dan merupakan mediator kuat sebagai
faktor meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangnya
plasma melalui endotel dinding tersebut. Disseminated Intravascular Coagulation
(DIC) disamping trombositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya
faktor koagulasi (protrombin, faktor V, VII, IX, X dan fibrinogen) merupakan
faktor penyebab terjadinya perdarahan hebat, terutama perdarahan traktus
gastrointestinal.
Fenomena patofisiologi utama yang menentukan berat penyakit dan
membedakan DBD dari DD ialah meningginya permeabilitas dinding pembuluh
darah, menurunnya volume plasma, terjadinya hipotensi, trombositopenia dan
diathesis hemoragik. Pada kasus berat, renjatan terjadi secara akut, nilai
hematokrit meningkat bersamaan dengan menghilangnya plasma melalui endotel
dinding pembuluh darah. Pada penderita dengan renjatan berat, volume plasma
dapat menurun sampai lebih dari 30%. Renjatan hipovolemik yang terjadi sebagai
akibat kehilangan plasma, bila tidak segera diatasi dapat mengakibatkan anoksia
jaringan, asidosis metabolik dan kematian.










                                                                    



Pathway terjadinya renjatan pada DBD

Secondary heterologous dengue infection


 



Virus replication                                                               annamnestic antibody response


Virus antibody complex


 



Complement activation

 



                                                                      complement
Anaphylatoxin(C3a  C5a)

                                                                            Histamine level in
                                                                       24-hours urine

vascularpermeability








 


             >30%
             shock cases                               leakage of plasma                         Ht
           24-48 hours                                                                                      Na+
                                                                                                                    Fluid in the
                                                                                                                   serous Cavities 



Hypovolemia


 



Shock

                                                      Anoxia          +           Acidosis







Manifestasi Klinis
Perjalanan penyakit DD/DBD sulit diramalkan. Pada umumnya pasien
mengalami fase demam selama 2-7 hari, selanjutnya diikuti oleh fase kritis selama
2-3 hari.

Demam Dengue (DD)
Demam Dengue merupakan penyakit demam akut selama 2-7 hari, ditandai
dengan dua atau lebih manifestasi sebagai berikut:
· Nyeri kepala
· Nyeri retro orbita
· Mialgia/artralgia
· Ruam kulit
· Manifestasi perdarahan (ptekie atau uji bendung positif)
· Leukopenia
· Dan pemeriksaan serologi dengue positif; atau ditemukan pasien DD/DBD
yang sudah dikonfirmasi pada lokasi dan waktu yang sama.
Demam Berdarah Dengue
Berdasarkan kriteria WHO 1997 diagnosis ditegakkan bila semua hal dibawah ini
dipenuhi, yaitu:
_ Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya bifasik
_ Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan berikut:
_ Uji bendung positif
_ Ptekie, ekimosis, atau purpura
_ Perdarahan mukosa (epistaksis atau perdarahan gusi), atau
perdarahan dari tempat lain
_ Hematemesis atau melena
_ Trombositopenia (jumlah trombosit < 100.000/μl)
_ Terdapat minimal satu tanda-tanda plasma leakage (kebocoran plasma),
yaitu:
_ Peningkatan hematokrit >20% dibandingkan standar sesuai dengan
umur dan jenis kelamin
_ Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan,
dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelumnya
_ Tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, asites,
hipoproteinemia, atau hiponatremia.


KLASIFIKASI DERAJAT DBD MENURUT WHO (1997), ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
Derajat I Demam dengan uji bendung positif
Derajat II Derajat I disertai perdarahan spontan di kulit atau perdarahan lain
Derajat III Ditemukannya kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan halus,
tekanan nadi menurun (≤ 20 mmHg) atau hipotensi disertai kulit
dingin, lembab dan gelisah
Derajat IV Syok berat dengan nadi yang tidak teraba dan tekanan darah yang
tidak dapat diukur.
Dengue syok syndrome (DSS)
Seluruh kriteria diatas untuk DBD disertai kegagalan sirkulasi dengan manifestasi
nadi yang cepat dan halus, tekanan nadi turun (≤ 20 mmHg), hipotensi
dibandingkan standar sesuai umur, kulit dingin dan lembab serta gelisah.
Penderita seringkali mengeluhkan nyeri didaerah perut sesaat sebelum renjatan
timbul. Nyeri tersebut seringkali mendahului perdarahan gastrointestinal.
Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium: Hb, leukosit, trombosit, hematokrit, dan apus
darah tepi.
b. Pemeriksaan radiologis: rontgen thoraks dan USG abdomen
c. Pemeriksaan serologi: antibody spesifik terhadap dengue berupa antibody
total, IgM maupun IgG. Diagnosis pasti didapatkan dari hasil isolasi virus
dengue (cell culture) ataupun deteksi antigen virus RNA dengue dengan
teknik RT-PCR (Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction).
Penatalaksanaan DSS
_ Perlakukan hal ini sebagai gawat darurat. Berikan oksigen 2-4 L/menit
secara nasal
_ Berikan 20 ml/kgBB larutan kristaloid seperti Ringer Laktat/ asetat
secepatnya
_ Jika tidak menunjukkan perbaikan klinis, ulangi pemberian kristaloid 20
ml/kgBB secepatnya (maksimal 30 menit) atau pertimbangkan pemberian
koloid 10-20 ml/kgBB/jam maksimal 30 ml/kgBB/24 jam
_ Jika tidak ada perbaikan klinis tetapi hematokrit dan hemoglobin menurun
pertimbangkan terjadinya perdarahan tersembunyi, berikan transfusi
darah/komponen darah
_ Jika terdapat perbaikan klinis (pengisian kapiler dan perfusi perifer mulai
membaik, tekanan nadi melebar), jumlah cairan dikurangi hingga 10
ml/kgBB/jam dalam 2-4 jam dan secara bertahap diturunkan tiap 4-6 jam
sesuai kondisi klinis dan laboratorium
_ Dalam banyak kasus, cairan intra vena dapat dihentikan setelah 36-48 jam.
Indikasi pulang, antara lain:
· Paling tidak 24 jam tidak demam tanpa antipiretik
· Nafsu makan baik
· Nilai hematokrit stabil
· Tiga hari sesudah syok teratasi
· Tidak ada sesak nafas atau takipnea
· Trombosit ≥ 50.000/μl.






DAFTAR PUSTAKA
1. Behrman RE, Kliegman RM, Arvin AM. Arbovirus. Dalam: Ilmu Kesehatan
Anak Nelson. Vol 2. Ed 15. Jakarta: EGC, 1999. 1332-6
2. Hassan R, Alatas H. Dengue. Dalam: Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Bagian
Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1997. 607-

3. Soedarmo S. Demam Berdarah (Dengue) Pada Anak. Jakarta: Penerbit
Universitas Indonesia, 2005. 29-45
4. Departemen Kesehatan RI. Pedoman Tatalaksana Klinis Infeksi Dengue Di
Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan. 2005
5. Latief A, Firmansyah A, Tumbelaka AR, dkk. Demam. Dalam: Pelayanan
Kesehatan Anak Di Rumah Sakit. Jakarta, 2008. 163-7

INDRA PENCIUMAN




http://cdn.apture.com/media/imgs/search_tooltip/LM-base.png
http://cdn.apture.com/media/imgs/search_tooltip/LM-text-gloss.png
http://cdn.apture.com/media/imgs/search_tooltip/LM-logo-icon.png
Auto-hide: onIndera Penciuman / Pencium = Hidung
Hidung adalah indera yang kita gunakan untuk mengenali lingkungan sekitar atau sesuatu
dari aroma yang dihasilkan. Kita mampu dengan mudah mengenali makanan yang sudah
busuk dengan yang masih segar dengan mudah hanya dengan mencium aroma makanan
tersebut. Di dalam hidung kita terdapat banyak sel kemoreseptor untuk mengenali bau.
anatomi dan fisiologi penafasan bagian atas yaitu:
Rongga Hidung
Hidung meliputi bagian eksternal yang menonjol dari wajah dan bagian internal berupa
rongga hidung sebagai alat penyalur udara. Hidung bagian luar tertutup oleh kulit dan
disupport oleh sepasang tulang hidung. Rongga hidung terdiri atas :
Vestibulum yang dilapisi oleh sel submukosa sebagai proteksi
Dalam rongga hidung terdapat rambut yang berperan sebagai penapis udara
Struktur konka yang berfungsi sebagai proteksi terhadap udara luar karena strukturnya
yang berlapis
Sel silia yang berperan untuk mlemparkan benda asing ke luar dalam usaha untuk
membersihkan jalan napas
Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung
kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum. Masing-masing
rongga hidung dibagi menjadi 3 saluran oleh penonjolan turbinasi atau konka dari
dinding lateral. Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak
mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung. Lendir di sekresi secara terus-
menerus oleh sel-sel goblet yang melapisi permukaan mukosa hidung dan bergerak ke
belakang ke nasofaring oleh gerakan silia.
Rongga hidung dimulai dari Vestibulum, yakni pada bagian anterior ke bagian posterior
yang berbatasan dengan nasofaring. Rongga hidung terbagi atas 2 bagian, yakni secara
longitudinal oleh septum hidung dan secara transversal oleh konka superior, medialis, dan
inferior.
Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru. Jalan
napas ini berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan
udara yang dihirupkan ke dalam paru-paru. Hidung bertanggung jawab terhadap olfaktori
atau penghidu karena reseptor olfaksi terletak dalam mukosa hidung. Fungsi ini
berkurang sejalan dengan pertambahan usia.
Terdapat 3 fungsi Rongga Hidung, antara lain :
a. Dalam hal pernafasan, udara yang diinspirasi melalui rongga hidung akan menjalani
tigs proses yaitu penyaringan (filtrasi), penghangatan, dan pelembaban. Penyaringan
dilakukan oleh membran mukosa pada rongga hidung yang sangat kaya akan pembuluh
darah dan glandula serosa yang mensekresikan mukus cair untuk membersihkan udara
sebelum masuk ke Oropharynx. Penghangatan dilakukan oleh jaringan pembuluh darah
yang sangat kaya pada ephitel nasal dan menutupi area yang sangat luas dari rongga
hidung. Dan pelembaban dilakukan oleh concha, yaitu suatu area penonjolan tulang yang dilapisi oleh mukosa.
b. Epithellium olfactory pada bagian meial rongga hidung memiliki fungsi dalam
penerimaan sensasi bau.
c. Rongga hidung juga berhubungan dengan pembentukkan suara-suara fenotik dimana ia
berfungsi sebagai ruang resonansi.
2. Faring
Faring merupakan saluran yang memiliki panjang kurang lebih 13 cm yang
menghubungkan nasal dan rongga mulut kepada larynx pada dasar tengkorak. Faring
terdiri atas:
a. Nasopharinx
ada saluran penghubung antara nasopharinx dengan telinga bagian tengah, yaitu Tuba
Eustachius dan Tuba Auditory
ada Phariyngeal tonsil (adenoids), terletak pada bagian posterior nasopharinx, merupakan
bagian dari jaringan Lymphatic pada permukaan posterior lidah
b. Oropharynx
Merupakan bagian tengah faring antara palatum lunak dan tulang hyoid. Refleks menelan
berawal dari orofaring menimbulkan dua perubahan, makanan terdorong masuk ke
saluran pencernaan (oesephagus) dan secara simultan katup menutup laring untuk
mencegah makanan masuk ke dalam saluran pernapasan
c. Laringopharynx
Merupakan posisi terendah dari faring. Pada bagian bawahnya, sistem respirasi menjadi
terpisah dari sistem digestil. Makanan masuk ke bagian belakang, oesephagus dan udara
masuk ke arah depan masuk ke laring.
3. Laring
Laring tersusun atas 9 Cartilago ( 6 Cartilago kecil dan 3 Cartilago besar ). Terbesar
adalah Cartilago thyroid yang berbentuk seperti kapal, bagian depannya mengalami
penonjolan membentuk “adam’s apple”, dan di dalam cartilago ini ada pita suara. Sedikit
di bawah cartilago thyroid terdapat cartilago cricoid. Laring menghubungkan
Laringopharynx dengan trachea, terletak pada garis tengah anterior dari leher pada
vertebrata cervical 4 sampai 6.
Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi. Laring juga
melindungi jalan napas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk. Laring
sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas:
a. Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan
b. Glotis : ostium antara pita suara dalam laring
c. Kartilago Thyroid : kartilago terbesar pada trakea,
Apa yang anda cium saat lewat di depan penjual sate padang yang sedang memanggang daging sate? Tentu saja aroma yang membangkitkan selera tercium oleh kita dan ujung-ujungnya kita pun makan sate padang yang nikmat.
Bagaimana sih cara alat indera tubuh manusia yang
bernama hidung menerima dan merasakan bau yang ada
di sekeliling kita, yuk kita pelajari.
Saat manusia baru lahir indera penciuman nya lebih kuat dari manusia dewasa karena
dengan indera ini bayi dapat mengenali ibunya. Asal tahu saja indera penciuman manusia
dapat mendeteksi 2000 - 4000 bau yang berbeda.
Bagian-bagian hidung manusia
Hidung manusia di bagi menjadi dua bagian rongga yang sama besar yang di sebut
denganNostri l. Dinding pemisah di sebut dengan septum, septum terbuat dari tulang
yang sangat tipis. Rongga hidung di lapisi dengan rambut dan membran yang mensekresi
lendir lengket.
Rongga hidung (nasal cavity) berfungsi untuk mengalirkan udara dari luar ke
tenggorokan menuju paru paru. Rongga hidung ini di hubungkan dengan bagian belakang
tenggorokan. Rongga hidung di pisahkan oleh langit-langit mulut kita yang di sebut
denganPalate.
Mucous membrane berfungsi mengahangatkan udara dan melembabkannya. Bagian ini
membuat mucus (lendir atau ingus) yang berguna untuk menangkap debu, bagkteri, dan
partikel-partikel kecil lainnya yang dapat merusak paru-paru.
Cara kerja alat penciuman (hidung) manusia
Indera penciuman mendeteksi zat yang melepaskan molekul-molekul di udara. Dia atap
rongga hidung terdapat olfactory epithelium yang sangat sensitif terhadap molekul-
molekul bau, karena pada bagian ini ada bagian pendeteksi bau(smell receptors).
Receptor ini jumlahnya sangat banyak ada sekitar 10 juta.
Ketika partikel bau tertangkap oleh receptor, sinyal akan di kirim ke the olfactory bulb
melalui saraf olfactory. Bagian inilah yang mengirim sinyal ke otak dan kemudian di
proses oleh otak bau apakah yang telah tercium oleh hidung kita, apakah itu harumnya
bau sate padang atau menyengat nya bau selokan.
Hidung
Hidung terdiri daripada bahagianeksternal daninternal. Bahagian eksternal terdapat dipermukaan muka dan terdiri daripada rangka penyokong yang dibentuk oleh tulang dan rawan. Rangka hidung diliputi oleh kulit dan permukaan dalamnya dilapisi oleh membran mukus. Di bawah hidung terdapat dua pembukaan yang disebut lubang hidung atau nares eksternal. Bahagian internal hidung terdiri daripada kaviti yang besar di tengkorak terletak atas dari mulut dan di antara dua kaviti orbit. Bahagian dalam hidung eksternal dan internal dibahagikan kepada bahagian kanan dan kiri oleh pembahagi vertikal yang dikenali sebagaiseptum hidung. Setiap kaviti hidung mempunyai atap, lantai, dinding lateral dan dinding medial (septum hidung). Kaviti hidung membuka di anterior melalui lubang hidung. Posterior, kaviti ini berhubung dengan farinks melaluipembukaan hidung internal.
Fungsi Hidung
Bulu hidung di dalam kaviti hidung menapis debu dan mikroorganisma dari udara yang masuk dan lapisan mukus yang memerangkapnya. Bekalan darah yang banyak ke membran mukus membantu mengawal
udara yang masuk menjadi hampir sama dengan suhu badan di samping melembabkannya. Selain itu hidung juga berfungsi sebagai organ untuk membau kerana reseptor bau terletak di mukosa bahagian atas hidung. Hidung juga membantu menghasilkan dengungan (fonasi).
Kita memiliki hidung berlubang disebelah kiri dan disebelah kanan, apakah fungsinya
sama untuk menghirup dan membuang nafas?
Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan perbezaannya; sebelah kanan
mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan sebelah kiri mewakili bulan
( mengeluarkan sejuk).
Jika sakit kepala, cubalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui
hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, sakit kepala akan sembuh.
Jika Anda merasa penat, lakukan terbalik-balik. Tutup lubang hidung sebelah kiri dan
bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Tak lama kemudian, Anda akan merasakan segar kembali.
Perempuan bernafas lebih dengan hidung sebelah kiri, sehingga hatinya mudah sejuk.
Laki-laki bernafas lebih dengan hidung sebelah kanan, sehingga mudah marah.
Apakah Anda ada memperhatikan pada saat bangun tidur, lubang hidung sebelah mana
yang bernafas lebih cepat ? Sebelah kiri atau kanan ?
Jika lubang hidung sebelah kiri bernafas lebih cepat, anda akan merasa sangat penat. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, Anda akan merasa segar kembali dengan cepat.
Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih baik
diterapkan kepada orang dewasa.
Selalulah mencuba terapi pernafasan ini, tubuh anda akan merasa sangat tenang sekalihttp://cdn.apture.com/media/imgs/search_tooltip/LM-base.png
http://cdn.apture.com/media/imgs/search_tooltip/LM-text-gloss.png
http://cdn.apture.com/media/imgs/search_tooltip/LM-logo-icon.png